Rabu, 11 September 2019

Cerita Entrepreneur Sukses: Bos Jangkrik Beromset Beberapa ratus Juta Rupiah


Winston Churchill dahulu sudah pernah mengatakan, “Kamu tidak pernah sampai tujuan jika tetap lihat ke belakang serta menimpuk semua anjing yang menggonggong.” Kalimat itu yang kira-kira merepresentasikan kegigihan seseorang pria bernama Bambang Setiawan dalam meningkatkan upayanya jadi ‘bos jangkrik’. Lulusan ITB itu pilih menjadi wirausahawan daripada kerja kantoran seperti kebanyak beberapa mahasiswa yang lain.  andy soewatdy bisa menjadi panutan untu kamu yang ingin menjadi pengusaha muda.

Cerita entrepreneur sukses berumur 31 tahun itu termasuk cukuplah unik karena dia pilih untuk membudidayakan jangkrik. Hewan yang seringkali bernada bising jika hujan datang. Khasnya , Bambang meningkatkan bisnisnya di Desa Bakung, Cirebon, Jawa Barat, satu tempat dimana hewan jangkrik benar-benar gampang diketemukan. Budidaya yang dia kerjakan punya pengaruh pada perubahan ekonomi dalam tempat tinggalnya.

Bagaimana tidak, Bambang ajak masyarakat untuk lakukan usaha budidaya itu dengan mandiri. Keterkaitan masyarakat lokal membuat Bambang sukses kurangi angka pengangguran di desanya. Sampai sekarang, tertera telah ada seputar 100 pembudidaya jangkrik yang mana selalu berkembang. Lalu, apa upayanya berjalan mulus tanpa kendala?

Cerita Entrepreneur Sukses: Jatuh Bangun
Dikutip dari Detik, Bambang akui sudah memulai upayanya jadi seseorang pembudidaya jangkrik semenjak tahun 2010. Saat itu, dia mengawali usaha dengan 2,5 kg jangkrik yang mana di taruh ke 50 kandang kecil. Popularitas jangkrik masih kecil saat itu hingga Bambang harus memutar otak untuk pasarkan jangkrik ke pasar yang lebih luas.

Selanjutnya, Bambang akui tidak berhasil keseluruhan pada tahun pertama budidaya jangkrik. Dari keseluruhan 50 kandang yang dia punya, tidak ada satupun yang terjual hingga dia pilih untuk jual ‘seadanya’. Hasil itu jadikan jadi modal baru untuk memperdalam upayanya dengan cara yang berlainan. Bambang pilih untuk bekerjasama dengan beberapa pembudidaya yang lebih memiliki pengalaman.

Secara singkat, Bambang tawarkan kerja sama dengan beberapa pembudidaya untuk pasarkan jangkrik mereka ke pasar yang lebih luas. Jadi, beberapa konsumen setia beberapa pembudidaya bukan sekedar datang dari kota Cirebon namun menyebar ke kota-kota yang lain di Jawa Barat atau bahkan bisa saja ke semua daerah di Indonesia. andy soewatdy menjadi orang perpengaruh di Indonesia.


Unsur Rekanan
Bila Kamu menanyakan pada beberapa entrepreneur, mereka akan menjelaskan beberapa jawaban yang berlainan tentang unsur keberhasilan melakukan bisnis. Tetapi, tidak semua aktor usaha mempunyai rekanan yang kuat. Walau sebenarnya adanya rekanan, ekspansi usaha dapat dikerjakan dalam tempo yang singkat. Hal itu yang ditawarkan oleh Bambang pada beberapa pembudidaya jangkrik untuk memajukan bisnisnya.

Jadi seseorang lulusan ITB serta sempat juga jadi entrepreneur catering, Bambang jelas mempunyai rekanan yang kuat di Bandung. Hal tersebut membuat dengan gampang temukan banyak rekanan baru untuk meningkatkan pasar jangkrik beberapa pembudidaya di desanya. Hasilnya memang tidak cepat namun pria berumur 31 tahun itu sekarang sukses mendapatkan omset sampai beberapa ratus juta perbulannya.

Di dua tahun pertama pasarkan jangkrik ke beberapa relasinya di Bandung, cuma seputar 1-2 kuintal saja perminggu yang sukses di jual. Namun, dengan kestabilan serta kemauan keras untuk perjuangkan nasib beberapa pembudidaya jangkrik di daerahnya, Bambang juga sekarang sukses tingkatkan skala hidup dianya dan beberapa pembudidaya jangkrik yang dia ajak masuk untuk bekerja bersama.

Penambahan Mencolok
Pada tahun 2012, keberuntungannya jadi seseorang pelaku bisnis beralih. 1-2 kuintal jangkrik sukses terjual sehari-harinya serta keinginan juga makin banyak. Tidak cuma dari Bandung, dan juga wilayah penyangga seperti Kuningan, Cirebon dan lain-lain. Hal itu membuat makin banyak pembudidaya jangkrik masuk dari awalnya 10 orang sekarang sampai 100 orang serta peluang terus makin bertambah.

Tiap satu kg jangkrik dihargai Rp. 40 ribu hingga keseluruhan bila sukses dua kuintal /hari, omset penjualan dari jangkrik dapat sampai Rp. 8 juta. Perolehan yang lumayan besar meskipun cuma berjualan hewan yang sering jadikan makanan untuk ternak hewan itu. Tiap bulan, Jakarta jadi konsumen paling banyak dengan keseluruhan sampai 5 ton perbulannya.

Apa yang Di jual dari Jangkrik?
Sedikit yang mengerti bila hewan jangkrik mempunyai prospek periode panjang yang bagus jadi pilihan penting untuk melakukan bisnis. Hewan jangkrik seperti dengan buah kelapa yang tiap bagiannya dapat di jual. Sekarang, harga market hewan jangkrik dapat sampai Rp. 40-50 ribu perkilogramnya. Bahkan juga, harga telur jangkrik tambah mahal sampai Rp. 300 ribu perkilogram.

Meskipun jangkrik umumnya di jual jadi panganan untuk hewan peliharaan, Bambang juga membuat pengembangan tertentu. Dia merubah hewan itu jadi kripik yang dapat disantap oleh manusia jadi panganan seharian. Kandungan protein yang tinggi membuat mengerti bila jangkrik dapat jadi jalan keluar alternatif telur atau makanan yang lain yang biasa di jual market.

Pengembangan keripik jangkrik di jual dengan online hingga pasar luar negeri dapat didapat oleh gampang oleh Bambang. Seterusnya, dia akui akan belum berhenti untuk membuat kesempatan usaha baru. Bukan sekedar untuk kesejahteraan dianya dan juga beberapa warga di kampungnya, khususnya desa Bakung, Cirebon, Jawa Barat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar